installasi opera di ubuntu feisty-fawn (7.04)

13 April 2010 at 10:08 am (linux, networking) (, )


tulisan ini saya posting ketika, hendak ingin membandingkan web-browser yang dapat di install dan dapat berjalan diatas sistem operasi Linux.

Dari versinya saja untuk ubuntu feisty-fawn sudah tidak lagi banyak yang menyediakan mirror repository local, akan tetapi masih tersedia di repository canonical ubuntu dengan url http://old-releases.ubuntu.com/ubuntu/.

juga untuk installer opera tidak tersedia di repository tersebut, akan tetapi masih banyak cara untuk mensiasatinya :

Pertama kita download dari repository opera non-free, caranya, sebagai berikut :

Tambahkan mirror site dari opera non-free tersebut kedalam file /etc/apt/sources.list dari ubuntu feisty-fawn kita.

deb http://deb.opera.com/opera/ stable non-free

Selanjutnya kita harus membuka GPG keyring dari repository opera di atas. Caranya bisa dilihat seperti dibawah ini :

# wget -O – http://deb.opera.com/archive.key | sudo apt-key add –

Jika proses diatas telah dilakukan, selanjutnya kita harus menginstall debian-archive-keyring untuk dapat membukan kuncinya 😀

# apt-get install debian-archive-keyring

Setelah di install, selanjutnya kita update repository pada sistem kita.

# apt-get update

Tunggu sampai proses diatas berakhir…:)

Jika telah selesai, kita tinggal install opera di ubuntu feisty-fawn kita melalui command-line maupun synaptic, terserah dari selera anda masing-masing 😀

# apt-get install opera

Karena selera saya menyukai hitam-putih text monitor :))

Selesai dech…

Semoga bermanfaat….

🙂

Permalink 2 Komentar

cara menginstall webalizer di freebsd

8 April 2010 at 8:14 am (Dunia-BSD)


Tulisan ini, saya tulis berawal dari sebuah rasa penasaran & ingin tahu antara saya dengan pihak kantor saya bekerja. 😀

Dimana, ada sebuah portal web training & consulting di bidang perminyakan yang telah mengiklankan banner di sebuah web migas-indonesia.com. Dari sana mulai mendapat ide untuk memasang webalizer, agar ketahuan situs web yg diiklankan tersebut banyak dikunjungi ataupun sebaliknya.

Webalizer merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk memparsing semua log record dari suatu website yang kemudian di tampilkan kedalam bentuk grafik yang ditampilkan ke dalam web.

Pertama saya mengdeskripsikan system yang akan saya pasang webalizer. OS freeBSD tentunya (sesuai judul tulisannya), entah kenapa saya begitu tergila-gila dengan OS yang satu ini, yang membuat saya ngiler akan ketangguhan sistemnya :D.

Ok, langsung menuju TKP.

Pertama saya install aplikasi yang dibutuhkan, (kecuali paket web-server) karena saya telah menginstall cherokee sebagai web-servernya. Dan akhir-akhir ini saya pun tergoda dengan kehandalan cherokee. :D.

Paket yang dibutuhkan untuk webalizer yaitu :

gd, png dan webalizer tentunya.

lakukan porting paket-paket diatas.

#cd /usr/ports/graphics/gd
#make
#make install
#cd /usr/ports/graphics/png
#make
#make install
#cd /usr/ports/www/webalizer
#make
#make install

Setelah semua paket diatas diinstall, kemudian file konfigurasi untuk webalizer terletak pada direktori “/usr/local/etc/webalizer.conf-dist”.

Kemudian buat direktori webalizer pada direktori /etc, yang nantinya digunakan untuk menyimpan semua konfigurasi yang akan didefinisikan oleh webalizer. Contoh dibawah ini merupakan ketika saya membuat webalizer untuk website http://www.contoh.com.

# mkdir /etc/webalizer

Setelah dibuat direktori webalizer, kemudian salin file webalizer.conf-dist dari direktori /usr/local/etc/webalizer.conf-dist. Kedalam direktori /etc/webalizer/

# cp -r /usr/local/etc/webalizer.conf-dist /etc/webalizer/contoh.com.conf

Setelah itu, edit file konfigurasi contoh.com.conf.

Pada bagian ini yang terpenting adalah kitu sesuaikan konfigurasi dengan mengedit bagian seperti dibawah ini:

LogFile /var/log/contoh.access

OutputDir /data/web/contoh.com/webalizer

HostName http://www.contoh.com

HideReferrer contoh.com*

Sisanya silahkan anda improve untuk konfigurasi sesuai dengan keinginan anda. 😀

Kemudian jalankan running script untuk menjalankan daemon webalizer.

# /usr/local/bin/webalizer -c /etc/webalizer/contoh.com.conf

Jika tidak ada pesan error, maka akan muncul seperti dibawah ini :

Webalizer V2.01-10 (FreeBSD 7.0-RELEASE) English
Using logfile /var/log/contoh.access (clf)
Creating output in /data/web/contoh.com/webalizer
Hostname for reports is ‘www.contoh.com’
Reading history file… webalizer.hist
Generating report for April 2010
Generating summary report
Saving history information…
91 records in 0.08 seconds

Sampai disini proses webalizer selesai, tinggal kita buat semacam script auto-running agar webalizer melakukan parsing per 1 jam sekali.

Pertama kita buat dahulu script perl,

vi /root/running
#!/usr/bin/perl
use strict;

my @files = </etc/webalizer/contoh.com.conf>;

foreach my $file (@files) {
        chomp($file);
        system("/usr/local/bin/webalizer -c $file");
}

Kemudian lakukan perubahan permisi akses untuk file /root/running, agar dapat dieksekusi

# chmod +x /root/running

Setelah itu, kemudian masukkan file running kedalam crontab, agar terjadwal daemon webalizer dijalankan.

# crontab -e

1 * * * * /root/running >>/dev/null 2>&1

Perintah diatas akan berjalan secara otomatis setiap 1 jam sekali.
Selesai instalasi webalizer pada freeBSD. 

Semoga Bermanfaat
:)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

installasi & konfigurasi VNC server pada CentOS 5.3

22 Maret 2010 at 5:21 am (linux administrasi & server)


Tulisan ini terinspirasi ketika saya dihadapkan dengan masalah kurang stabilnya listrik ditempat saya bekerja, yang menyebabkan “vulnearability system” PC-server saya.

Oleh karenanya, untuk solusi satu-satunya mau tidak mau saya harus memindahkan server saya tersebut ke tempat lain, yang ketersediaan daya listriknya mampu menangani jalannya server saya,,, secara otomatis ketika saya ingin login ke system, saya harus melakukannya lewat remote terminal (bukan melalui ssh) karena system saya saat ini merupakan desktop-server.

Langsung saja,,,

Pertama kita harus install dahulu aplikasi vnc-server pada komputer yang akan di remote-terminal.

pergunakan layanan yum, untuk mempermudah proses instalasi..

# yum install vnc-server

Tunggu sampai proses instalasi selesai…

Kemudian buat masing-masing user dan password yang akan dijadikan username untuk melakukan remote-login,

# adduser abdu

# adduser sofyan

# passwd abdu

# passwd sofyan

Setelah selesai, lakukan perintah “vncpasswd” untuk membuat password vnc di masing-masing user tadi..

login di masing-masing user tadi, kemudian jalankan perintah :

# vncpasswd

perintah diatas akan otomatis membuat direktory (.vnc) dalam direktory home user.

Kemudian konfigurasi vnc selanjutnya adalah edit file konfigurasi vnc yang terletak pada direktory /etc/sysconfig/vncservers,

Berikut merupakan contoh konfigurasi untuk file diatas..:

VNCSERVERS=”1:abdu 2:sofyan”
VNCSERVERARGS[1]=”-geometry 800×600 -localhost”
VNCSERVERARGS[2]=”-geometry 1024×768 -localhost”

“notes: maksud dari parameter diatas adalah, User abdu akan ditampilkan pada resolusi layar sebesar 800×600 pixel, sedangkan untuk users sofyan akan ditampilkan pada resolusi layar sebesar 1024×768 pixel, begitu maksudnya..:D”

setelah yakin semua konfigurasi di setting dengan benar, selanjutnya saya melakukan restart service vnc-server, caranya :

# services vncserver restart

atau

# /etc/init.d/vncserver restart

PIlih yang menurut anda paling mudah untuk dilakukan…:D

proses restart service tersebut bertujuan untuk membentuk file xstartup script.

file xstartup script tersebut akan di simpan pada tiap-tiap direktory home user dan pada sub-direktory .vnc/

edit konfigurasi file xstartup script tersebut kurang lebih seperti contoh dibawah ini :

#!/bin/sh
( while true ; do xterm ; done ) &
# Uncomment the following two lines for normal desktop:
unset SESSION_MANAGER
exec /etc/X11/xinit/xinitrc

[ -x /etc/vnc/xstartup ] && exec /etc/vnc/xstartup
[ -r $HOME/.Xresources ] && xrdb $HOME/.Xresources
xsetroot -solid grey
vncconfig -iconic &
xterm -geometry 80×24+10+10 -ls -title “$VNCDESKTOP Desktop” &
twm &

Samakan konfigurasi seperti diatas,

kemudian restart kembali service vncserver

# services vncserver restart

Untuk melakukan pengetesan, dari komputer lain jalankan sintak dibawah ini :

$ vncviewer -via abdu@192.168.1.51 localhost:1

atau

$ vncviewer -via sofyan@192.168.1.51 localhost:2

jika tidak ada masalah pada konfigurasi, maka kita akan dimintai memasukkan password dari user diatas…

..::Semoga Bermanfaat::..

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

DIA Installation

12 Maret 2010 at 6:49 am (linux administrasi & server)


Dia merupakan salah satu dari aplikasi yang berbasis (open source) untuk keperluan umum perangkat lunak diagram, dikembangkan sebagai bagian dari proyek GNOME office suite dan pada awalnya diciptakan oleh Alexander Larsson. Dia menggunakan dokumen tunggal yang terkendali antarmuka (CSDI) mirip dengan GIMP dan Sodipodi.

Dia memiliki desain modular dengan beberapa bentuk paket yang tersedia untuk kebutuhan yang berbeda, seperti;

diagram alur, diagram jaringan, circuit diagram, dan banyak lagi. Juga tidak membatasi penggunaan simbol dan konektor dari berbagai kategori yang ditempatkan bersama-sama.

Dia memiliki objek khusus untuk membantu menarik hubungan entitas-model seperti; (tedia2sql dapat digunakan untuk membuat SQL DDL), Unified Modeling Language (UML) diagram, diagram alur, diagram jaringan, dan rangkaian listrik sederhana. Hal ini juga memungkinkan untuk menambahkan dukungan untuk bentuk baru dengan menulis file XML sederhana, dengan menggunakan subset dari Scalable Vector Graphics (SVG) untuk menggambar bentuk.

Dia memuat dan menyimpan diagram ke dalam format XML kustom (gzip secara default, untuk menghemat ruang) dan dapat mencetak diagram termasuk diagram yang sangat besar span beberapa halaman. Juga dapat ditulis menggunakan bahasa pemrograman Python.

Ada beberapa alternatif untuk melakukan instalasi DIA pada beberapa platform Linux, diantaranya :

  • Pada OS (Ubuntu/Debian)

Untuk mulai melakukan instalasi DIA pada platform Ubuntu/Debian, sebelumnya yakinkan terlebih dahulu sistem kita telah terhubung dengan repository terdekat . Jika telah terhubung dengan repository, selanjutnya kita tinggal melakukan perintah seperti dibawah ini;

# apt-get install dia

Secara otomatis perintah diatas akan menginstall DIA.

  • Pada OS (RHEL 5,4,3/CentOS/Fedora)

Untuk memulai instalasi DIA pada platform RHEL 5,4,3/CentOS/Fedora, kita akan melakukan instalasi menggunakan yum. Karena aplikasi DIA pada platform ini tergolong pada aplikasi extra (EPEL), maka kita harus menambahkan repository untuk extra-aplikasi. Caranya kita download terlebih dahulu disini, jika file (*.rpm) tadi telah didownload kemudian install pada platform dengan cara mengetikkan (rpm -i maupun langsung mengeksekusi file file yang telah didownload tadi).

Setelah menginstall (EPEL), kemudian kita tinggal menginstall DIA denga mengetikkan perintah;

# yum install dia

Selesai,,,

Semoga Bermanfaat….:)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

kompile ulang modul kernel VirtualBox di Centos 5.3

6 Maret 2010 at 10:04 am (linux administrasi & server)


Pada pembahasan kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara untuk mengkompilasi ulang module kernel centos, agar dapat menjalankan VirtualBox.

Sebelumnya, saya hendak menginstall VirtualBox pada platform CentOS 5.3. Setelah saya selesai men-download VirtualBox untuk centos x64, kemudian saya menginstall virtualbox tersebut pada CentOS. Akan tetapi, sewaktu saya akan menjalankan aplikasi virtualbox yang telah terinstall, saya mendapatkan tantangan dengan munculnya trouble seperti berikut;

Stopping VirtualBox kernel module                [     OK     ]

Recompiling VirtualBox kernel module         [ FAILED ]

Untuk mensiasatinya, saya mencoba untuk mengkostumisasi kernel dengan cara mengcompile ulang kernel pada CentOS saya.

Pertama saya menginstall paket kernel-devel, karena nantinya saya membutuhkan kernel sources

# yum install kernel-devel

setelah itu, saya download kernel sources, bisa di download dari sini, kemudian usahakan kernel source tersebut dengan versi terbaru.

setelah itu jangan lupa juga untuk menginstall paket seperti dibawah ini;

# yum groupinstall “Development Tools”

# yum groupinstall “Development Libraries”

# yum install unifdef rpm-build redhat-rpm-config

Setelah semua paket tersebut keluar dari privilege mode, pada keadaan user biasa, saya membuat direktori “rpmbuild” yang didalamnya terdapat beberapa subdirektori.

$ mkdir -p rpmbuild/{BUILD,RPMS,SOURCES,SPECS,SRPMS}

$ echo “%_topdir %(echo $HOME)/rpmbuild” > .rpmmacros

Kemudian install kernel source yang tadi telah didownload, seperti contoh dibawah saya mendownload kernel-2.6.18-53.el5.src.rpm

$ rpm -i kernel-2.6.18-53.el5.src.rpm

setelah itu ikuti cara dibawah ini;

$ cd ~/rpmbuild/SPECS

$ rpmbuild -bp –target=`uname -m` kernel-2.6.spec

kemudian mulailah pada proses kompile module kernel linux

$ cd ~/rpmbuild/BUILD/kernel-2.6.18/linux-2.6.18.x86_64

$ make oldconfig

$ make prepare

$ make

Setelah itu proses export modul file kernel

# export KERN_DIR=/home/[users]/rpmbuild/BUILD/kernel-2.6.18/linux-2.6.18.x86_64/

# /etc/init.d/vboxdrv setup

kemudian restart sistem, setelah itu saya berhasil menjalankan VirtualBox pada CentOS tanpa masalah….





Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

konfigurasi https di ubuntu

29 Januari 2009 at 5:37 am (linux administrasi & server)


Untuk mengkonfigurasi https pada webserver Anda cukup mudah.
Pertama kita harus menyiapkan secangkir kopi karena pada saat saya mencobanya di malam hari. lalu ucapkan Bismillah dan yang terpenting adalah pc yang akan di jadikan web server. hehehehe kelamaan
Lanjut………
di asumsikan kita telah terhubung dengan repository atw memiliki repository lokal sendiri
pertama kita install paket LAMP
# apt-get install php5 apache2 libapache2-mod-php5 php5-common php5-cgi
lalu tekan enter [ wajhib]
tunggu sampai proses instalasi selesai, kemudian konfigurasi apache2
caranya:
# cd /etc/apache2/sites-available/
# ls

salin file default menjadi www untuk duplikat, setelah di copy-kan kemudian keluar dari directory sites-available
lalu masuk ke directory sites-enabled
# cd /etc/apache2/sites-enabled/

kemudian remove file 000-default dalam directory sites-enabled
buat link agar file www dalam sites-available dapat diakses dalam sites-enabled
# ln -s /etc/apache2/sites-available/www /etc/apache2/sites-enabled/www

kemudian konfigurasi pada file apache2.conf
# nano /etc/apache2/apache2.conf
tambahkan “ServerName [ip_comp]” ==> tanpa tanda petik, dibawah ServerRoot “/etc/apache2.conf” tidak pun tidak apa-apa
nanti secara default webserver berjalan pada ip loopback.
lalu setelah itu restart apache2
# /etc/init.d/apache2 restart

kemudian buat file kita umpamakan index.php di dalam /var/www
setelah dibuat kemudian buka web browser lalu pada URL bar ketikkan localhost. Apabila tampilan yang muncul adalah tampilan dari file index.php tadi maka konfigurasi selesai.
setelah itu untuk membuat agar protocol yang berjalan adalah https, maka kita tinggal tambahkan menginstal paket ssl-cert dan openssl
# apt-get install openssl ssl-cert

kemudian kita tinggal merubah file www pada directory sites-available dengan ssl, kemudian selanjutnya buat certificate untuk menjalankan https-nya
# openssl req $@ -new -x509 -days 365 -nodes -out /etc/apache2/apache.pem -keyout /etc/apache2/apache.pem
kemudian isi semua formulir
kemudian ubah permission accessnya
# chmod 600 /etc/apache2/apache.pem
aktifkan ssl-cert
# a2enmod ssl

Kemudian kita harus mengkonfigurasi file ssl yang berada dalam direktory

sites-available, kita tinggal menambahkan sintax

SSLEngine on

SSlCertificate /etc/apache2/apache.pem

lalu rubah port atau tambahkan

pada

<VirtualHost *:443> –> port (443) https

setelah itu save konfigurasi.

setelah itu restart apache2
# /etc/init.d/apache2 restart
selesaiii………
semoga bermanfaat

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar